Hubungan Peran Perawat Sebagai Pelaksana Dalam Mencegah Ide Bunuh Diri Pada Penderita Gangguan Jiwa

  • Edi Sukamto Poltekkes Kemenkes Kaltim

Abstract

Bunuh diri merupakan salah satu bentuk kegawatdaruratan psikiatrI, dalam  enam bulan terakhir (Nopember 2013 s.d. April 2014) didapatkan 2 pasien yang mengalami bunuh diri dari total sebanyak 246 pasien  yang mengalami gangguan jiwa di RSJD Atma Husada. Peran perawat sangat penting dalam membantu pasien perilaku ide bunuh diri terutama  menjaga keamanan klien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran perawat sebagai pelaksana dalam mencegah ide bunuh diri pada penderita gangguan jiwa di RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda. Rancangan penelitian ini adalah descriptive correlation dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil sebanyak 152 responden secara purposive sampling. Analisis untuk uji hipotesis dengan uji statistik chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai P sebesar 0,031 kurang dari nilai α sebesar 0,05, sedangkan OR sebesar 0,409. Hal ini menunjukkan bahwa secara statistik terdapat hubungan yang  bermakna antara peran perawat sebagai pelaksana dalam mencegah ide bunuh diri pada penderita gangguan jiwa di RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda, peran perawat yang tidak aktif mempunyai resiko terhadap adanya ide bunuh diri pada pasien gangguan jiwa adalah 0,409 kali lebih besar dibanding peran perawat yang aktif sebagai pelaksana dalam rentang CI 0,192 – 0,873

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2017-07-09
Section
Artikel