Hubungan Stress Dengan Siklus Menstruasi pada Usia 18-21 tahun

  • Sri Hazanah Poltekkes Kemenkes Kaltim

Abstract

Siklus menstruasi idealnya teratur setiap bulan dengan rentang waktu antara 21-35 hari setiap kali periode menstruasi. Menstruasi pada wanita teratur setelah mencapai usia 18 tahun. Hasil penyelidikan terhadap 4000 wanita, hanya 3% diantaranya yang mempunyai siklus menstruasi yang teratur. Hampir semua wanita mengalami siklus menstruasi yang kurang teratur dari bulan yang satu ke bulan yang lain. Banyak faktor yang mempengaruhi ketidakteraturan siklus menstruasi, salah satunya adalah stres. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan stres dengan siklus menstruasi pada mahasiswa jalur umum usia 18-21 tahun di Prodi D-III Kebidanan Balikpapan Poltekkes Kemen-kes Kaltim. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa kebidanan usia 18-21 tahun dengan jumlah mahasiswa 197 orang. Pengambilan sampel dengan cara stratified random sampling yaitu berjumlah 132 orang. Metode pengum-pulan data menggunakan angket dengan instrumen pengumpulan data yaitu kuisoner. Teknik analisa data menggunakan uji statistik  chi square (X2) dengan CI =95% dan α = 0,05. Perhitungan statistik menggunakan program computer. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan signifikan antara stres dengan siklus menstruasi dengan  Pvalue = 0,001  <  nilai α = 0,05 dengan X2 hitung = 14,915 > X2 tabel = 3,841.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
Jul 9, 2017
How to Cite
HAZANAH, Sri. Hubungan Stress Dengan Siklus Menstruasi pada Usia 18-21 tahun. Husada Mahakam: Jurnal Kesehatan, [S.l.], v. 3, n. 7, p. 331 – 339, july 2017. ISSN 2461-0402. Available at: <http://husadamahakam.poltekkes-kaltim.ac.id/ojs/index.php/Home/article/view/39>. Date accessed: 25 sep. 2020.
Section
Artikel