HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN RESIKO KAKI DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2

  • Tini Tini Poltekkes Kemenkes Kaltim

Abstract

Meningkatnya kejadian diabetes melitus mengakibatkan pula meningkatnya komplikasi, salah satunya kaki diabetik. Kaki diabetik dapat disebabkan oleh berbagai faktor resiko diantaranya adalah faktor kegemukan yang ditandai dengan tingginya indeks massa tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hubungan indeks massa tubuh (IMT) dengan resiko kaki diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2.


Penelitian ini menggunakan rancangan analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Responden berjumlah 68 orang yang diambil secara purposive sampling. Indeks massa tubuh diperoeh dari pengukuran berat badan dan tinggi badan yang dihitung melalui rumus BB/TB2.  Sedangkan resiko kaki diabetik diambil melalui pemeriksaan skrining resiko kaki diabetik dengan Screening Tools Inlow’s 60 second diabetic foot dari Canadian Association of Wound Care.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki IMT ≥ 23 (73,5%) dan beresiko rendah terjadinya kaki diabetik (67,6%). Analisis statistik dengan uji Chi square diperoleh tidak ada hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan resiko kaki diabetik (p value 0,245). Meskipun beresiko rendah  untuk mengalami kaki diabetik, namun terdapat beberapa faktor resiko yang dimiliki oleh pasien diantaranya penggunaan alas kaki yang salah, adanya kesemutan dan neuropati. Sehingga perlu dilakukan pengendalian kadar gula darah melalui pengontrolan berat badan dan perawatan kaki

Published
Jul 3, 2018
How to Cite
TINI, Tini. HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN RESIKO KAKI DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2. Husada Mahakam, [S.l.], v. 4, n. 6, p. 344 - 351, july 2018. ISSN 2461-0402. Available at: <http://husadamahakam.poltekkes-kaltim.ac.id/ojs/index.php/Home/article/view/137>. Date accessed: 19 sep. 2018.
Section
Articles