Kebiasaan Sarapan Pagi Mempengaruhi Status Gizi Remaja

  • Susi Purwanti Poltekkes Kemenkes Kaltim
  • Rahmawati Shoufiah Poltekkes Kemenkes Kaltim

Abstract

Usia remaja, yaitu 10-18 tahun, merupakan tahap tumbuh kembang yang luar biasa secara fisiologis, psikologis,
dan sosial. Usia remaja merupakan periode rentan gizi karena berbagai sebab yaitu kebutuhan zat gizi yang lebih
tinggi, perubahan gaya hidup dan kebiasaan makan remaja, dan remaja yang mempunyai kebutuhan gizi khusus.
Sarapan akan menyebabkan kadar gula darah kembali normal setelah 8—10 jam tidak makan. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis hubungan kebiasaan sarapan pagi dengan status gizi remaja. Jenis penelitian ini
adalah observasional analitik dengan menggunakan dengan rancangan Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan
di tiga SMP yaitu SMP Patra Dharma 1 Balikpapan , MTs Negeri 1 dan MTs Darussalam, dengan jumlah
sampel sebesar 252 sampel. Analisa univariat dilakukan dengan distribusi frekuensi, Analisis bivariat dilakukan
dengan menggunakan uji Chi Square (x2). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan signifikan antara
kebiasaan sarapan pagi dengan status gizi remaja (Pvalue = 0,016 < nilai α = 0,05). Disarankan kepada petugas
kesehatan untuk meningkatkan promosi tentang pentingnya sarapan pagi dan kepada orang tua untuk perlunya
memberikan dukungan kepada anaknya untuk membiasakan sarapan pagi setiap hari.

Published
Mar 8, 2018
How to Cite
PURWANTI, Susi; SHOUFIAH, Rahmawati. Kebiasaan Sarapan Pagi Mempengaruhi Status Gizi Remaja. Husada Mahakam, [S.l.], v. 1, n. I, p. 81 - 87, mar. 2018. ISSN 2461-0402. Available at: <http://husadamahakam.poltekkes-kaltim.ac.id/ojs/index.php/Home/article/view/118>. Date accessed: 14 dec. 2018.