Faktor Kesehatan Lingkungan Yang Berhubungan Dengan Kejadian TB Paru

  • Nurhayati Nurhayati Poltekkes Kemenkes Kaltim
  • Joko Sapto Pramono Poltekkes Kemenkes Kaltim

Abstract

WHO dalam Annual Report on Global TB Control 2003 menyatakan terdapat 22 negara dikatagorikan sebagai
high burden countris terhadap TBC, termasuk Indonesia. Indonesia menduduki urutan ke 3 dunia setelah India
dan Cina untuk jumlah penderita TBC di dunia. Dari hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun
2001, menunjukkan bahwa penyakit TBC merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah penyakit
kardiovaskuler dan penyakit pernapasan pada semua kelompok usia, dan nomor 1 dari golongan penyakit
infeksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor-faktor kesehatan lingkungan rumah dengan
kejadian tuberkulosis paru di Puskesmas Muara Rapak Balikpapan. Penelitian ini merupakan penelitian kasus
kontrol, Varabel bebas yang diteliti adalah suhu, kelembaban, ventlasi, pencahayaan, kepadatan hunian, jenis
lantai, jenis dinding rumah. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara faktor kesehatan
lingkungan rumah dengan kejadian TB paru dimana suhu (OR = 4,048), kelembaban (OR = 4,200), ventilasi
(OR = 4,000), pencahayaan (OR = 4,200), kepadatan (1,000), jenis lantai (OR = 4,491), jenis dinding (OR =
7,000). Disarankan untuk promosi kesehatan pada masyarakat tentang pencegahan dan pengobatan TB paru,
perbaikan kesehatan lingkungan rumah dengan prilaku hidup bersih dan sehat, peningkatan penjaringan
terhadap penderita TB paru.

Published
Mar 8, 2018
How to Cite
NURHAYATI, Nurhayati; PRAMONO, Joko Sapto. Faktor Kesehatan Lingkungan Yang Berhubungan Dengan Kejadian TB Paru. Husada Mahakam, [S.l.], v. 1, n. I, p. 46 - 55, mar. 2018. ISSN 2461-0402. Available at: <http://husadamahakam.poltekkes-kaltim.ac.id/ojs/index.php/Home/article/view/113>. Date accessed: 14 dec. 2018.